meta content='1 day' name='revisit-after'/>
Tampilkan postingan dengan label Yamaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yamaha. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2011

Pahami Pelumasan Mesin Skutik

Pahami Pelumasan Mesin Skutik
Mendengar kata pelumasan di mesin skutik, jangan hanya terpaku pada oli mesin saja lo. Soalnya ada beberapa bagian lain yang juga butuh pelumasan serta penggantian pelumasnya secara berkala.

Yuk kita telaah bagian demi bagian itu. Karena jika sampai lolos dari perhatian, tandanya sobat enggak sayang sama motornya dong. Hehehe..!

Kalau untuk mesin, rata-rata penggantian periodik dilakukan minimal setiap 2.000 – 2.500 km. Tapi ingat, oli yang digunakan jangan asal lo. Pilih yang sesuai spesifikasi. Untuk skutik, sebaiknya gunakan yang berspek JASO MB. Karena oli ini cenderung lebih licin dan khusus dibuat untuk mesin kopling kering.


Maklum, pada skutik mesin cenderung bermain di putaran tinggi. Sehingga butuh pelumas yang lebih licin dan encer biar sirkulasi olinya cepat merambat ke semua komponen bergerak di silinder dan kepala silinder.

Makanya lazimnya oli matik punya tingkat kekentalan atau SAE (Society of Automotive Engineers) lebih encer dari oli motor berkopling basah kayak bebek dan sport.

Bagian berikutnya yang juga kudu diperhatikan adalah oli girboks atau gigi reduksi. Di skutik Honda, oli ini disarankan diganti setiap 8.000 km berbarengan dengan servis bagian CVT. Rata-rata hampir sama pula dengan skutik merek lain. Tapi di matiknya Suzuki, sarannya setiap 5.000 km. Lalu khusus Yamaha Xeon, setiap 9.000 km.

Lantas oli apa yang harus digunakan? Menurut beberapa mekanik, untuk girboks gak masalah pakai oli mesin.

Makin kental makin bagus. Tapi takarannya sedikit saja, sekitar 100 – 150 cc tergantung motornya.

Namun kalau dari pabrikan sih rekomendasinya pakai oli khusus untuk gigi reduksi. Masing-masing pabrikan sudah mengeluarkan oli khususnya kayak Yamalube Gear Oil (Yamaha), SGO (Suzuki), AHM Oil Transmission Gear (Honda).

Lalu bagian mana lagi yang butuh pelumasan? Beberapa komponen bergerak pada sistem CVT wajib dilumasi menggunakan grease khusus secara berkala. Sekalian membersihkan ruang CVT dari kotoran dan debu. Untuk produk Yamaha umumnya setiap 10.000 km.

Untuk produk Honda, setiap 8.000 km. Nah, bagian yang dilumasi antara lain primary sliding sheave berikut spacer-nya, secondary sliding sheave serta secondary­ fixed sheave dan sebagainya.

Referensi: motorplus.otomotif.net

Rabu, 29 Desember 2010

Spesifikasi Yamaha Byson

Spesifikasi Yamaha Byson
Spesifikasi Byson

DIMENSI

  • P x L x T : 2.075mm x 780mm x 1.045mm
  • Jarak Sumbu Roda : 1.334 mm
  • Jarak Terendah ke Tanah : 160 mm
  • Tinggi Tempat Duduk : 790 mm
  • Berat Isi : 137 kg
  • Kapasitas Tangki Bensin : 12 Liter

MESIN

  • Tipe Mesin : 4 Langkah, SOHC, 2 Klep, Berpendingin Udara
  • Jumlah / Posisi Silinder : Cylinder Tunggal / Tegak
  • Volume Silinder : 153 cc
  • Diameter x Langkah : 58.0 x 57.9 mm
  • Perbandingan Kompresi : 9.50 : 1
  • Daya Maksimum : 13,73 PS / 7.500 rpm (10,1 kW / 7.500 rpm)
  • Torsi Maksimum : 13,6 Nm / 6.000 rpm
  • Sistem Starter : Electric Starter dan Kick Starter
  • Sistem Pelumasan : Basah
  • Kapasitas Oli Mesin : Total : 1,2 Liter / Penggantian Berkala : 1,0 Liter
  • Tipe Karburator : (MIKUNI) BS26 x 1
  • Tipe kopling : Basah, Kopling Manual
  • Tipe Transmisi : 5 kecepatan (1-N-2-3-4-5)

RANGKA

  • Tipe Rangka: Diamond
  • Suspensi Depan: Teleskopik
  • Suspensi Belakang: Suspensi Monocross
  • Ban Depan: Tubeless 100/80-17M/C 52P
  • Ban Belakang: Tubeless 120/70-17M/C 58P
  • Rem Depan: Cakram
  • Rem Belakang: Tromol

KELISTRIKAN

  • Sistem Pengapian: DC C.D.I
  • Battery: YTZ4V 12V / 3 Ah (MF Battery)
  • Tipe Busi: NGK / CPR 8EA-9

Kirim SMS Gratis...